TAHUKAH ANDA

OLEH : HARMAN

Jika model kubah dan menara yang menjadi ciri khas masjid umat Islam pada umumnya saat ini adalah akulturasi dari warisan budaya bangsa Romawi dan Persia.

                                          ***

Tahukah Anda, jika model masjid yang digunakan oleh umat Islam saat ini terinspirasi dari model gedung-gedung bangsa Romawi yang menggunakan kubah? Menurut hikayat, para pemimpin Islam awal, begitu kagum dengan kemegahan gedung-gedung bangsa Romawi yang umumnya memiliki kubah. Selain unik dan megah, dengan konsep bangunan yang beratapkan kubah, maka daya tampung bangunan dapat lebih optimal sebab tidak dibutuhkan banyak tiang untuk menyanggah struktur atap bangunan.

Syahdan, saat khalifah Abdul Malik (685-688 M) berkuasa, maka dibangunlah Dome of The Rock (kubah batu) atau lebih dikenal Masjid Umar yang ada di Yerusallem. Masjid yang konon menelan biaya pembangunan hingga 100 ribu dinar (koin emas) ini, diklaim sebagai masjid pertama yang menggunakan kubah.

Umumnya, masjid-masjid yang dibangun oleh umat Islam juga identik dengan MENARA yang menjulang tinggi. Pada saat sound system belum dikenal, menara ini sendiri berfungsi sebagai tempat muadzin mengumandangkan azan penanda waktu masuknya sholat fardhu. Dari ketinggian, diharapkan jangkauan suara panggilan sholat akan terdengar hingga di kejauhan. Seiring dengan ditemukannya teknologi sound system,  menara masih dipertahankan, meskipun fungsinya telah bergeser sebagai aksesoris atau paling tidak, sebagai ciri budaya yang identik dengan masjid itu sendiri.

Tahukan anda, jika bangunan menara yang melengkapi bangunan masjid yang umumnya ada sekarang, diadopsi dari model bangunan bangsa Farsi (Persia)? MENAَRA (مَنَارَةُ) sendiri, yang diambil dari kata bahasa Arab, berarti TEMPAT API. Huruf Mim (م) adalah kata benda yang menunjukkan tempat (اِسْمُ الْمَكَانِ) dan kata benda "naara" atau "naarun" (نَارٌ) berarti api.

Bangsa Persia yang konon "menyembah api", meletakkan api sesembahan mereka di menara-menara yang menjulang tinggi. Api tersebut dibiarkan menyala terus-menerus sebagai lambang kehadiran dewa. Api, menurut kepercayaan bangsa Persia kuno, bukan saja menyimbolkan kehadiran Tuhan tetapi juga sebagai simbol kesucian.

Oleh umat Islam, masjid dan menara yang tidak orisinil temuan umat Islam diadopsi dengan pertimbangan kebutuhan dan kemanfaatannya. Ini jugalah yang menyebabkan agama Islam lebih mudah diterima oleh kaum-kaum pagan maupun suku-suku yang menganut keyakinan di luar Islam pada masa-masa awal Islam hingga zaman para sahabat.

Pemimpin Islam dan para Ulama terdahulu telah membuktikan bahwa Islam tidak selalu menjadi antitesa bagi budaya lain. Bahkan tidak jarang, Islam mengadopsi warisan-warisan budaya suatu suku-bangsa dan memberinya ruh Islam. Strategi tersebut, konon, juga menjadi kata kunci keberhasilan Wali Songo dalam menyebarkan ajaran Islam di pulau Jawa. Hingga kini, jejak-jejak peninggalan Wali Songo ini masih dapat disaksikan baik dalam bentuk kesenian yang telah diberi warna Islam, maupun melalui model-model bangunan masjid yang masih memperlihatkan keterpautannya dengan budaya-budaya setempat. (HN)

0 Comments


Leave a reply

  • Sambutan Camat

    Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam Sejahtera untuk kita semua Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas perkenan-Nya sehingga Kecamatan Sebatik Tengah telah mampu memiliki website resminya sendiri. Terima Kasih setinggi-tingginya kepada Bupati Nunukan dan jajaran serta seluruh pihak yang telah membantu dan berkontribusi sehingga situs ini akhirnya || Selengkapnya

  • Sambutan Bupati

    SAMBUTAN BUPATI NUNUKAN DALAM RANGKA LAUNCHING WEBSITE KECAMATAN SEBATIK TENGAH KABUPATEN NUNUKAN SENIN, 26 JULI 2016 Assalamualaikum wr. wb. Salam sejahtera bagi kita semua Sebagai insan yang beriman, sudah selayaknya kita selalu bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat kesehatan, kecerdasan dan semangat untuk beraktivitas dan berkreatifitas sehingga kita dapat menghasilkan website || Selengkapnya

  • Alamat Kami

    JL. P. RAMLI RT 04 DUSUN MAIWA DESA MASPUL
    KECAMATAN SEBATIK TENGAH
    KABUPATEN NUNUKAN 77446
    telp. 0823 5264 4810